Senin, 06 September 2010

tugas Morfologi Arsitektur Kota

Nama : Roofy Reizkapuni
NIM : L2D009085
Blog :roofimagination.blogspot.com

PERKEMBANGAN MORFOLOGI KOTA BOGOR


REVIEW ARTIKEL
Seiring meningkatnya angka pertumbuhan penduduk, secara otomatis kebutuhan penduduk pun akan meningkat. Hal ini seolah-olah menuntut kelancaran pembangunan di segala aspek fisik maupun non-fisik. Terlebih lagi di kota-kota besar seperti contohnya Kota Bogor di Provinsi Jawa Barat. Kota ini memiliki curah hujan yang sangat tinggi dan lokasinya dekat dengan Ibukota Jakarta sehingga sangat potensial untuk dikembangkan dalam bidang pertanian, pendidikan dan penelitian pertanian, industri, bisnis serta pariwisata.
Sejak abad ke-19, para perencana kolonial Belanda memanfaatkan keunikan iklim lokal dengan menjadikan Bogor sebagai pusat penelitian botani dan pertanian. Hingga saat ini berbagai lembaga dan fasilitas pendidikan masih dipergunakan secara aktif.
Selain itu, kedudukan geografi Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan ibukota negara, Jakarta, membuatnya strategis dalam perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Pada tahun-tahun terakhir, jumlah industri berskala kecil dan besar serta bisnis-bisnis komersial lainnya berkembang dengan pesat. Lahan-lahan kosong dimanfaatkan menjadi pusat perbelanjaan, ruko, factory outlet, kuliner, perumahan mewah dan lain sebagainya.
Untuk tempat pariwisata, Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan tujuan yang menarik. Kedudukan Bogor di antara jalur tujuan Puncak/Cianjur juga merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan ekonomi.

PERMASALAHAN YANG TIMBUL
Persoalan besar yang dialami Kota Bogor sama halnya dengan berbagai kota lain di Indonesia, yaitu ketiadaan koordinasi manajemen pengelolaan kota yang terpadu, sehingga banyak dari berbagai kebijakan dan usaha perencanaan yang tumpang tindih dan saling bertentangan. Hal ini sangat kontraproduktif terhadap usaha pengelolaan kota yang baik.
Pusat-pusat komersial baru memang dapat memperbaiki pertumbuhan ekonomi, namun hal ini ternyata juga menghadirkan persoalan baru. Semakin banyak jumlah penduduk jika diiringi dengan semakin banyak lahan terbangun mengakibatkan kemacetan pada titik-titik tertentu, ditambah lagi dengan sempitnya jalan akibat terlalu banyak alat transportasi umum, yaitu angkutan kota yang mangkal tak beraturan di tepi jalan dan pedagang kaki lima yang kian menjamur.

Rabu, 23 Juni 2010

tekom assignment!

wow ini pertama kali saya membuat blog loh! :D
-bytheway blog pertama ini didedikasikan untuk tugas film mata kuliah Teknik Komunikasi-
Kelompok 3 yang anggota nya terdiri dari Jerzi, Aninda, Roofy, Anto, Yella, Shinta, Nisa, Syifa, dan Adi, memilih tema "World Class City" untuk pembuatan film dokumenter kami.

Tema World Class City atau kota berkelas dunia yang kami makud bukan berdasarkan ke hectic-an atau kemetropolitannya namun lebih berdasarkan kepada kelayakan tempat tinggal masyarakat dan bagaimana sistem perawatannya, baik dari pemerintah maupun penghuni tempat tinggal tersebut. faktanya, di kota Semarang masih ada perumahan kumuh yang tidak layak untuk ditempati karena buruknya perawatan. potensi banjir atau rop tidak bisa dijadikan alasan untuk menyalahkan mengapa tempat-tempat ini tidak layak huni, karena pada perumahan-perumahan mewah yang lokasinya juga berpotensi banjir/rop tidak pernah terkena banjir karena perawatan dan pembuatan sistem drainase yang baik.

Masalah-masalah seperti ini memerlukan turun tangannya para planner (perencana) untuk memperbaiki kondisi yang ada. kami sebagai mahasiswa planologi, calon planner, bercita-cita untuk membenahi perumahan-perumahan kumuh tersebut supaya dapat mengurangi permasalahan mengenai pembangunan di negara ini.

Hingga kini masih banyak kaum awam yang belum tau apa itu planologi dan apa peranannya. Berikut akan saya jelaskan:
Planologi adalah perencanaan wilayah dan kota berdasarkan nilai etika dan estetika. Peranannya adalah untuk merencanakan, menyusun dan memperbaiki wilayah yang ada dengan memperhatikan potensi baik dan buruk yang ada. potensi baik dikembangkan, dan potensi buruk diminimalisir. merencanakan bagaimana suatu wilayah dapat mengekspose keindahannya dan penghuni wilayah tersebut dapat merasa aman dan nyaman.

selain tugas film ada tugas poster individu.ini dia :



poster ini memiliki maksud untuk mengajak setiap orang untuk menghemat pemakaian lampu dalam rangka penghematan energi untuk menjaga bumi kita supaya terbebas dari ancaman global warming

well, this s the end of my first blog
hope you enjoy it!
thanks :)